Terjatuh ke dalam sebuah buku dan menjadi salah satu tokoh di dalamnya, adalah alur dari manhwa I Became the Wife of the Male Lead. Sang author dengan sengaja mampu membius para pembaca dengan art yang ia suguhkan pada manhwa ini. Selain itu, alur cerita yang tersusun rapi dan progress waktu yang tidak terlalu lamban, dapat menggiring saya (salah satu pembaca) agar tidak merasa jenuh untuk terus membacanya. Karena di setiap chapternya, sang author menyajikan adegan yang terus berbeda dan bergerak maju.
Manhwa ini menceritakan perjalanan seorang penulis novel yang terjatuh ke dalam novelnya, dan menjadi Fiona Green. Seorang putri dari count Green yang kelak menjadi final boss di dalam novel, alias sang villain cerdas yang sangat kuat. Memiliki kecerdasan dalam magic, Fiona adalah villain yang ditakuti oleh semua orang. Bahkan kemampuannya yang sangat sulit dilawan, hanya mampu ditaklukan oleh sang male dan female lead. Mereka adalah putra mahkota dan saintess yang jatuh cinta, lalu bersama-sama berusaha memberi kedamaian pada dunia.
Tetapi apa yang sebenarnya terjadi di dalam buku justru mengerikan. Sebelum menjadi seorang Villain, Fiona kecil justru tersiksa oleh perlakuan ayah dan ketiga saudaranya yang sering mengasingkan dirinya karena alasan anak tidak sah. Hal ini juga sering diikuti oleh seluruh pegawai di kediaman Count. Puncaknya adalah ketika Fiona ditunjuk sebagai delegasi kediaman Green untuk pergi berperang bersama monster. Padahal saat itu Fiona bahkan belum berumur 13 tahun. Tentu saja seluruh keluarganya sengaja melakukan ini dengan harapan agar Fiona tidak akan kembali.
Dengan tangan kosong dan tanpa persiapan dari keluarga Count, Fiona dikirim ke kediaman Duke of the North yang meminta seluruh bangsawan untuk masing-masing mendelegasikan salah satu anggota keluarganya. Namun mereka tidak tahu, bahkan Fiona (yang asli) pun tidak tahu, jika ia adalah seorang penyihir cerdas bahkan sejak kecil. Kemampuan inilah yang membuat Fiona (sekarang) menjadi yakin untuk bisa merubah takdirnya agar tidak terbunuh sebagai seorang Villain. Dimulai dengan perjalanan ke kediaman Duke, kemampuan Fiona pun diakui oleh Abel Heilon, Duke of the North yang memutuskan ingin melindungi Fiona selayaknya seorang putri kediaman Duke.
Kehidupan Fiona pun berjalan lancar sesuai dengan alur yang sesungguhnya, meskipun ada sedikit perubahan pada sang Villain. Hingga tiba saat ketika mereka bertemu sang male lead, yaitu sang putra mahkota yang menghilang, Sigren, pada usia mereka yang masih belia. Mereka bertiga terus memperkuat diri masing-masing, sampai saat di mana Fiona yang memutuskan untuk kembali ke kota menuju kediaman Count Green, lalu tanpa sengaja bertemu seorang magician, Marquess Arent Clovis. Seseorang yang paling harus Fiona hindari.
Saya sebagai penggemar pembaca komik, really highly recommend this manhwa buat dibaca. Alurnya dan artnya perpaduan yang mengagumkan. Yuk baca 😍
Komentar
Posting Komentar