Buat kalian yang suka berburu kuliner, sudahkah berkunjung ke Sate Ratu ?
Berlokasi di Yogyakarta, Sate Ratu ternyata menjadi salah satu pilihan menu kuliner untuk dikunjungi loh.
Bahkan bukan hanya traveller lokal saja yang berburu Sate Ratu, dari berbagai negara juga mengunjungi kuliner satu ini.
Traveller dari Indonesia atau bahkan dari luar negeri biasanya bukan hanya mencari keindahan alam saja, namun juga kerap berburu kulineran yang berada di wilayah yang tengah mereka kunjungi.
Salah satu kota yang juga memiliki banyak pengunjung (wisatawan) adalah kota gudeg, yaitu Yogyakarta.
Yogyakarta terkenal dengan keindahan alamnya yang menenangkan dan berbagai suguhan kuliner khasnya.
Jika biasanya para wisatawan yang datang di Yogyakarta berburu nasi gudeg sebagai makanan khas daerah, kini mereka juga mulai berburu suguhan lainnya seperti salah satunya yaitu Sate Ratu.
Sate Ratu merupakan salah satu tempat kuliner yang menyajikan sate ayam, yang cukup terkenal dan dianggap sebagai wisata kuliner internasional karena telah dikunjungi oleh pelanggan yang berasal dari 72 negara.
Beberapa menu utama yang disediakan Sate Ratu yaitu Sate Merah, Lilit Basah, Ceker Tugel, dan Kuah Polos Kaldu Ayam, sedangkan untuk menu andalannya yaitu Sate Merah dilengkapi dengan Kuah Polos Kaldu Ayamnya.
 |
| Menu Sate Ratu |
Belum lama ini kami mampir ke Sate Ratu di daerah condongcatur untuk ikut menyicip kelezetan yang diidam-idamkan oleh banyak orang ini.
Alasan utama kami menuju ke sini karena merasa tertarik untuk ikut membuktikannya, apakah memang Sate Ratu itu seenak yang orang bilang.
Karena jumlah pelanggan yang banyak membuat situasi cukup crowded, kami pun menyamakan pesanan kami agar mudah untuk diingat. Selain itu kami memang memesan menu yang dikata adalah 'menu andalan' di sini, yaitu Sate Merah.
Satu porsinya yang berjumlah 6 tusuk sudah satu paket dengan nasi dan kuah kaldunya. Jika dilihat dari gambarnya sih memang sangat menggiurkan, apalagi perpaduan daging dan bumbunya yang menyatu.
Oke sekarang mari kita review secara keseluruhan, bagaimana soal rasanya, tekstur, harga hingga lokasinya akan saya jelaskan berikut ini.
Awalnya Sate Ratu terletak di Jogja Paradise tepatnya daerah jalan Magelang. Jika dibanding dengan lokasinya saat ini, warung Sate Ratu yang dulu lebih sempit dan sirkulasi udaranya kurang bagus, kata salah seorang teman yang sudah menjadi pelanggan di sini.
Lokasi yang terbaru terletak di Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, dan kebetulan tempatnya yang baru di sini terlihat sangat mencolok karena selalu dipenuhi oleh banyak kendaraan yang berjejer, baik motor hingga mobil.
Kalau kalian masih kebingungan atau kesulitan menemukan lokasinya, kalian bisa cek dan melakukan pencarian lokasi melalui google maps dengan mengetikkan “Sate Ratu Yogyakarta” kemungkinan besar pasti ketemu deh.
Tempatnya itu cukup luas, lalu tersedia kamar mandi yang bersih dan cantik, tempat sholat yang juga bersih, parkiran yang luas, dan sirkulasi udaranya pun juga cukup bagus.
Karena biasanya yang sering saya temui, tempat makan yang menjual sate pasti asapnya membuat sumpek tempat sekitar (meski tidak semua begitu ya).
Hal ini karena tempat bebakarannya berdekatan atau bahkan bersebelahan dengan bangku makan para pelanggan. Sedangkan ketika kami berada di Sate Ratu, kami sama sekali tidak ada rasa sumpek karena asap bebakaran.
Hanya saja di sini memang sedikit terasa gerah. Mungkin karena banyaknya pelanggan, jadi memang terasa gerah.
Sebenarnya di sini ada pilihan untuk makan indoor (di bawah atap tetapi tetap tidak ada pintu atau jendela pembatas) dan pilihan outdoor. Tapi karena saat ini sedang musim hujan, pilihan lokasi indoor akan sangat dipilih oleh para pelanggan.
Saran saya jika ingin memilih meja makan di sini, lebih baik kalian melakukan pemesanan kursi/booking terlebih dahulu. Karena kemarin banyak sekali para pelanggan yang antri cukup lama di depan Sate Ratu agar bisa mendapatkan meja untuk makan.
 |
| Lokasi Sate Ratu |
Konteks yang satu ini saya hanya mereview menu sate merah dan kuahnya saja ya. Mungkin lain waktu jika ada kesempatan, boleh saya review kembali untuk menu lainnya.
Pertama, soal rasa menurut saya memang terbukti lezat, tapi bukan rasa lezat yang mampu mencapai ekspektasi saya. Tapi tetap saja itu adalah selera ya, karena di sini memang saya akui lezat.
Sementara menurut teman saya, ia menyukai rasa sate ini karena memang lezat, tapi kurang bisa menikmatinya karena terlalu panas dan cukup pedas. Apalagi dia tidak begitu menyukai makanan pedas.
Meskipun begitu, tekstur dagingnya dijamin empuk sekali. Dagingnya juga ukuran wajar, tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil alias pas untuk disantap.
Satu hal juga yang saya suka dari sate merah ini adalah bakarannya yang matang merata. Dagingnya dibakar rata dan tidak begitu banyak warna hitam gosong (penyebab arang), jadi kita lebih bisa menikmati dagingnya daripada rasa arangnya.
Kemudian untuk kuahnya, rasanya sangat mirip seperti kuah sop gurih. Padahal ekspetasi saya ketika makan sate pasti pasangannya adalah kuah bumbu kacangnya.
Tapi di sini ternyata lain dari yang saya bayangkan. Karena saya lebih menyukai bumbu sate yang terbuat dari kacang, sedangkan kemarin di sate merah justru tidak ada bumbu kacang, saya jadi kurang menikmatinya.
Sebenarnya lumayan bermanfaat untuk melembutkan tekstur nasi dan tentunya juga menambah cita rasa. Tetapi kalau disuruh memilih, penulis tetap memilih bumbu sate yang terbuat dari kecap dan kacang, karena itu memang favorite saya banget.
Jadi, buat yang mau ke Sate Ratu ini jangan berharap ada bumbu kacang seperti yang dijual akang sate gerobak lewat ya.
Soal harga menurut penulis (karena sesuai kantong mahasiswa, hehe) agak sedikit tidak pas dikantong. Harga nasi nya sendiri Rp.5000, ditambah minumannya dengan harga dimulai dari Rp.2000 hingga 8000, kemudian untuk 6 tusuk sate merahnya seharga Rp. 25.000, sehingga untuk satu porsi makan satu orang saja sudah total mendekati Rp.50.000.
Kemudian untuk harga menu yang lain seperti ceker tugel dan lilit basah pun juga seharga Rp.25.000, sedangkan jika ingin beli kuahnya secara terpisah dikenai biaya Rp. 5000.
Sebenarnya terkait persoalan rasa, semua tergantung selera dan lidah masing-masing. Jadi, kalau kalian mungkin memiliki selera dan ekspektasi yang berbeda dari saya, boleh dicoba untuk makan di sana.
Karena Sate Ratu ini memang terbukti memiliki banyak pelanggan dan banyak review bagus dari pelanggan yang berasal di indonesia maupun mancanegara.
Kalaupun penulis diajak untuk makan di situ lagi akan langsung saya iyakan, asal isi dompet bisa bertambah, hehe. Jadi gak ada salahnya loh kalau kalian mau mencoba, yuk mampir! 😆😆.
wahhh tempat makan yang jadi incaran aku tapi belum pernah kesampaian buat berkunjung, semoga secepatnya bisa kesana
BalasHapus